Terbaru dan Populer
Tampilkan postingan dengan label modul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label modul. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Maret 2019

Cara Terminasi Kabel Fiber Optic

Terminasi adalah sebuah teknik memasang konektor di ujung kabel FO. Istilah terminasi tidak jauh berbeda dengan istilah crimping. Jika istilah crimping digunakan untuk kabel ethernet, maka terminasi adalah istilah untuk kabel FO. Sebelum mulai menjelaskan cara melakukan terminasi kabel FO, sebelumnya saya akan paparkan beberapa alat yang digunakan dalam terminasi ini. Yaitu:


  1. Kabel FO yang akan diterminasi
  2. Konektor (yang digunakan disini adalah konektor SC)
  3. Tang Crimping khusus kabel FO
  4.  Lem konektor
  5.  Pengering lem
  6. Amplas
  7. Koin pengamplas
  8.  Bolpen pemotong core
  9.  Scope kit (mikroskop)
  10.  Suntikan 
  11.  Alkohol dan tisu
  12.  Lakban untuk menempelkan sisa potongan core
Berbeda dengan crimping untuk kabel ethernet, terminasi kabel FO membutuhkan waktu yang lebih lama dan tool yang lebih banyak. Jika anda membeli sebuah termination toolkit, niscaya anda akan mendapatkan alat-alat nomor 3 hingga nomor 9. Setelah perangkat siap. Kita bisa mulai melakukan terminasi di tempat yang tenang dan terang dengan langkah-langkah sebagai berikut.

1. Masukkan selongsong ujung konektor SC terlebih dahulu ke kabel. Hal ini sengaja dilakukan di awal untuk mengantisipasi kalau-kalau kita lupa. Jangan        sampai konektor sudah menempel rapi di ujung                 kabel tapi selongsong konektor lupa kita masukkan.


2. Kelupas kulit luar kabel kurang lebih sepanjang 3 cm. Potong juga serabut pelindung kabel dan sisakan kurang lebih 5 mm. (Pada kabel indoor, hanya dua kulit yang perlu dikupas sebelum menemukan core FO)


3. Kelupas kulit dalam kabel kurang lebih sepanjang 2 cm. Ketika mengelupas kulit bagian dalam, tangan yang memegang tang tetap lurus searah kabel, tidak membelokkan ke atas atau ke bawah agar kaca/core tidak patah. Juga dianjurkan untuk tidak mengelupasnya langsung sepanjang 2 cm, tapi dilakukan secara bertahap dan perlahan. Setidaknya dilakukan 3 kali pengelupasan (kira-kira setiap 7 mm) untuk mengelupas kulit dalam sepanjang 2 cm. Hal ini dilakukan agar tidak terlampau berat ketika melakukan pengelupasan. Karena kalau kulit kabel yang akan kita kelupas berat, otomatis kita akan mengeluarkan tenaga secara maksimal yang dikhawatirkan kita tidak bisa mengendalikan tangan kita tetap lurus searah kabel.


4. Masukkan lem ke dalam lubang tengah konektor. Untuk mempermudah, terlebih dahulu masukkan lem ke dalam suntikan. Setelah itu, dari lubang jarum suntik baru kita masukkan lem hingga terlihat warna kehijauan di ujung luar konektor (keramik).


5. Bersihkan core kabel dengan menggunakan tisu yang mengandung alkohol. (Boleh juga dengan tisu biasa yang dibasahi dengan alkohol)



6. Keringkan core dengan pengering. Hal ini dilakukan agar lem yang ada di bagian dalam konektor segera kering jika bertemu dengan core yang sudah disemprot pengering. Ada dua jenis pengering yang bisa digunakan, yang berbentuk semprotan (seperti terlihat di gambar) atau yang berbentuk kuas.


7. Masukkan core kabel ke dalam lubang konektor. Ketika memasukkan kabel, tangan kita harus terus bergerak hingga ujung core keluar dari lubang konektor. Jika tangan kita diam sedikit saja (kurang lebih 3 detik) kemungkinan core sudah menempel dengan konektor.
Karena lubang konektor yang kecil dan dikhawatirkan sulit untuk langsung memasukkan core ke dalam lubang konektor, mungkin bisa menggunkan teknik lain dengan cara memasukkan core terlebih dahulu ke dalam lubang konektor. Setelah core berhasil masuk ke dalam lubang konektor, oleskan pengering pada sisa core yang keluar dari lubang konektor. Setelah itu tarik kembali core ke dalam konektor agar pengering bisa bertemu dengan dengan lem. lalu segera dorong lagi core keluar konektor.


8. Potong sisa core yang keluar dengan bolpen pemotong. Pada prakteknya istilah memotong core ini lebih dekat dengan mengiris core. Karena kita tidak langsung memotong kabel dengan pemotong, melainkan mengiris sisa core secara melingkar mengikuti silinder core. Yang perlu diperhatikan adalah, iris sisa core secara perlahan agar tidak langsung putus. 


9. Jika sudah selesai diiris dengan pemotong, selanjutnya mengambil sisa core tadi dengan tangan. Ya dengan tangan. Jika core sudah terpotong ketika kita mengirisnya dengan menggunakan pemotong, kemungkinan core akan patah di dalam konektor. Tapi jika sisa core kita cabut, maka core akan patah di luar konektor. (Sisa potongan core HARUS dibuang dengan baik, jangan sampai sisa potongan core yang terbuat dari kaca itu melukai atau masuk ke tubuh anda/orang lain. 


10. Setelah selesai dipotong, masih tersisa sedikit core di permukaan keramik. Langkah selanjutnya, kita akan merapikan sisa potongan core dengan menggunakan amplas khusus kabel FO. Ada dua tahapan mengamplas untuk menghasilkan terminasi yang bagus. Tahap pertama adalah mengamplas lembut sisa core dengan cara menggerakkan amplas pada keramik konektor dengan tekanan yang lembut. Hal ini dilakukan kurang lebih selama 10 detik.


11. Jika sudah diamplas lembut, selanjutnya diamplas sempurna hingga tiada lagi sisa core di permukaan keramik. Caranya, letakkan sebuah alas yang lembut (seperti mousepad) diatas bidang rata, kemudian letakkan amplas FO diatasnya. Masukkan konektor ke dalam koin pengamplas, lalu pegang konektor kabel dan gerakkan sehingga membentuk angka 8, agar seluruh permukaan keramik teramplas sempurna. Lakukan hal ini kira-kira 20 detik. Setelah selesai, coba perhatikan permukaan keramik konektor. Hasil mengamplas yang bagus akan menghasilkan permukaan keramik yang rata dan halus.


12. Lakukan pengujian hasil terminasi dengan menggunakan mikroskop khusus. Jika di dalam mikroskop tampak sebuah lingkaran bulat sempurna bisa dipastikan terminasi berjalan dengan baik. Jika yang tampak adalah lingkaran tidak sempurna (hanya separo, atau ada yang cuil, atau ada lubang putih di dalam lingkaran hitam), kemungkinan besar anda harus melakukan terminasi ulang.
  
13. Langkah terakhir. Tutup ujung konektor dengan rumah konektor



Kabel FO telah selesai diterminasi. Jika kabel tidak langsung ingin digunakan, sebaiknya ujung konektor ditutup dengan plastik penutup permukaan keramik konektor.




Diantara sekian banyak video tutorial cara terminasi kabel FO, saya temukan satu yang menurut saya paling baik. Jika dikombinasikan dengan tutorial diatas, anda akan lebih mudah memahami proses terminasi. Silakan lihat disini.


Read more ...

Rabu, 09 Januari 2019

Membuat Animasi Ulat Menggunakan Adobe Flash


Tutorial Membuat Animasi Ulat Menggunakan Adobe Flash 

1.     Jalankan software Adobe Flash pada komputer 
2.     Buat file baru (Flashfile - ActionScript 2.0)




Tutorial Membuat Kepala Ulat

1.     Buat lingkaran dengan mengaktifkan Oval Primitive tool pada panel tools. (Klik tahan pada     Rectangel tool)
2.     Beri warna hijau pada lingkaran

3.     Salin lingkaran yang akan kita gunakan sebagai mata.
4.     Atur bentuk dan ukuran lingkaran menggunakan Free Transfrom Tool.

5.     Dan buat 2 lingkaran dan satukan ketiga lingkaran .
6.     Meratakan dan menyatukan mata dengan cara Window > Align lalu atur seperti dibawah ini :

7.     Seleksi semua bagian mata dan lakukan proses Group pada objek mata (Ctrl + G).
8.     Salin mata tersebut menjadi 2 buah
9.     Setelah itu buatlah Antenanya Dengan membuat persegi panjang dan lengkungkan menggunakan Free Transform Tools lalu buatlah dua buah garis dan satukan di sisi atas dan bawah amtena

10. Letakkan mata dan antena di atas kepala.

11. Posisikan antena dan mata pada kepala. Lalu lakukan proses Group pada semua bagian kepala lalu grup bagian kepala dengan cara CTRL+G.

   
Pembuatan badan

  1.  Buat lingkaran dengan mengaktifkan Oval tool pada panel tools. (Klik-tahan pada Rectangel tool), Lalu lakukan perataan pada dua oval kecil seperi pada mata tadi.





  1.  Copy gabungan kedua oval tadi lalu hapus warna dalam oval tersebut dan taruhlah di sisi atas dan bawah lingkaran Lalu hapus garis oval diluar lingkaran sehingga garis oval hanya ada di dalam lingkaran.



  1. Copy menjadi empat  bagian tubuh dan buatlah satu ekor menggunakan oval tool lalu lengkungkan menggunakan free transform tools, susunlah dan urutkan dari ukuran kekanan dari besar ke kecil dan ekor di ujung paling kanan, lalu grup (CTRL+G) setiap bagian-bagian.



  1. Jadilah bentuk ulat








Membuat Ulat Bergerak


  1. Buat Keyframe menggunakan F6 lalu Seleksi ulat dan jalankan 6x kekiri .

  1. F6 lagi dan seleksi Semua bagian kecuali kepala dan jalankan menggunakan arrow di keyboard 6x kekiri

  1. F6 lagi dan seleksi tiga bagian badan dari belakang dan jalankan menggunakan arrow di keyboard 6x kekiri.


  1. F6 lagi dan seleksi dua bagian badan dari belakang dan jalankan menggunakan arrow di keyboard 6x kekiri


  1.  F6 lagi dan seleksi satu bagian badan dari belakang (termasuk ekor) dan jalankan menggunakan arrow di keyboard 6x kekiri


  1.  F6 lagi Seleksi semua bagian dan jalankan menggunakan arrow di keyboard 6x kekiri


  1.  F6 lagi dan seleksi bagian kepala dan jalankan 6x kekiri

  1.  F6 lagi dan seleksi bagian kepala dan 1 badan lalu jalankan 6x kekiri

  1. F6 lagi dan seleksi bagian kepala dan 2 badan lalu jalankan 6x kekiri


  1. F6 lagi dan seleksi bagian kepala dan 3 badan lalu jalankan 6x kekiri


  1. F6 lagi dan seleksi semua bagian 6x kekiri


  1. Lakukan itu berulang-ulang Sesuai Animasi dibawah ini 

ANIMASI ULAT
      Terima kasih. . . .

Read more ...

Selasa, 06 Februari 2018

Pengertian Kabel Fiber Optic (Kabel FO) dalam Jaringan Komputer

Kabel Fiber Optic atau Kabel FO merupakan kabel jaringan yang jarang digunakan pada instalasi jaringan tingkat menengah ke atas. Pada umumnya, kabel jenis ini digunakan pada instalasi jaringan yang besar dan pada perusahaan multinasional serta digunakan untuk antar lantai atau antar gedung.Kabel fiber optic merupakan media networking medium yang digunakan untuk transmisi-transmisi modulasi.

Fiber Optic harganya lebih mahal di bandingkan media lain. Fiber Optic mempunyai dua mode transmisi, yaitu single mode dan multi mode.Single mode menggunakan sinar laser sebagai media transmisi data sehingga mempunyai jangkauan yang lebih jauh. Sedangkan multimode menggunakan LED sebagai media transmisi.




Fungsi Kabel Fiber Optic dalam Jaringan Komputer
kabel Fiber optik mempunyai fungsi sama dengan kabel-kabel lainnya, yaitu untuk menghubungkan komputer atau perangkat jaringan satu ke perangkat jaringan yang lain. Yang membedakan kabel ini adalah memiliki kecepatan akses yang tinggi sehingga kecepatan transfer datanya pun juga lebih cepat. kabel ini biasanya digunakan untuk operator telekomunikasi dan jaringan yang membutuhkan transfer data tinggi.

Karakteristik kabel Fiber Optic dalam jaringan Komputer

Karakteristik kabel fiber optik adalah sebagai berikut:
  1. Beroperasi pada kecepatan tinggi (gigabit per detik)
  2. Mampu membawa paket-paket dengan kapasitas besar
  3. Biaya rata-rata pernode cukup mahal
  4. Media dan ukuran konektor kecil
  5. Kebal terhadap interferensi elektromagnetik
  6. Jarak transmisi yang lebih jauh ( 2 - 60 kilometer)
Teknologi fiber optic atau serat cahaya memungkinkan menjangkau jarak yang besar dan menyediakan perlindungan total terhadap gangguan elektrik. Kecepatan transfer data dapat mencapai 1000 mbps serta jarak dalam satu segment dapat labih dari 3.5 km. kabel serat cahaya tidak terganggu oleh lingkungan cuaca dan panas.

Fiber optic merupakan media transmisi terkini untuk standard Ethernet dalam kabel lan. Perbedaan utama dalam hal fungsi antara kabel fiber optic dan kabel electric adalah sebagai berikut:


  • Jarak lebih jauh
  • Jauh lebih mahal
  • Kurang interferensi magnetic, membuatnya lebih lama
  • Dapat menunjang keceptan sampai 10 Gigabits
Ada dua macam kabel lan dalam piranti optic ini:

  • Multimode (MM), menggunakan ukuran diameter fiber optic lebih luas
  • Single mode (SM), menggunakan diameter fiber optic sangat kecil.
Jenis ini sangat mahal dikarenakan proses fabrikasinya lebih presisi. Kabel optic ini bisa mencapai jauh lebih panjang dari pada jenis optic MM.

Kelebihan dan Kelemahan kabel Fiber Optic dalam Jaringan Komputer

Setiap Perangkat dalam jaringan komputer pasti memiliki kelebihan dan kelemahan. Di bawah ini merupakan kelebihan serta kekurangan dari fiber optic :

Kelebihan Kabel Fiber Optic dalam Jaringan Komputer:
  • Kemampuannya yang baik dalam mengantarkan data dengan kapasitas yang lebih besar dalam jarak transmisi yang cukup jauh
  • Kecepatan transmisi yang tinggi hingga mencapai ukuran gigabits, serta tingkat kemungkinan hilangnya data yang sangat rendah.
  • Tingkat keamanan fiber optic yang tinggi, aman dari pengaruh interferensi sinyal radio, motor, maupun kabelkabel yang berada di sekitarnya, membuat fiber optic lebih banyak digunakan dalam infrastruktur perbankan atau perusahaan yang membutuhkan jaringan dengan tingkat keamanan yang tinggi.
  •  Aman digunakan dalam lingkungan yang mudah terbakar dan panas.
  • Fiber optic juga jauh lebih kecil dibandingkan dengan kabel tembaga, sehingga lebih menghemat tempat dalam ruangan network data center di mana pun
Kekurangan Kabel Fiber Optic dalam Jaringan Komputer:
  • Harganya yang cukup mahal jika dibandingkan dengan teknologi kabel tembaga. Hal ini dikarenakan fiber optic dapat mengantarkan data dengan kapasitas yang lebih besar dan jarak transmisi yang lebih jauh 
  • Kekurangan lainnya adalah cukup besarnya investasi yang diperlukan untuk pengadaan sumber daya manusia yang andal, karena tingkat kesulitan implementasi dan deployment fiber optic yang cukup tinggi.



Read more ...

JARINGAN KABEL SERAT OPTIK BAWAH LAUT

Serat optik (Optical Fiber) Berkat terobosan dalam bidang optik, serat optik memungkinkan kita untuk dapat mengakses informasi dari berbagai belahan dunia. Ya, serat optik adalah teknologi di balik internet broadband, TV Kabel dan berbagai layanan transmisi data kecepatan tinggi lainnya. Tanpa adanya serat optik, dunia tidak mungkin terasa seperti sekarang ini


Peta Jaringat kabel  serat optik bawah laut di seluruh dunia
Gambar diatas menunjukkan jaringan kabel serat optik bahwa laut di seluruh penjuru dunia. Sebenarnya teknologi jaringan kabel bawah laut ini  bukannlah sesuatu yang baru. Kembali pada tahun 1850, saat itu kabel telegraf yang terbuat dari tembaga yang memiliki kecepatan transfer data 10 kata per menit pertama kali dibentangkan melintasi  dasar laut dari Inggris ke Perancis. Kemudian pada awal tahun 1901, kabel-kabel telegraf telah membentang di dasar samudera di seluruh dunia, menghubungkan seluruh benua yang ada di bumi kecuali antartika.

 Jaringan kabel telegraf tahun 1900 an
Selanjutnya, pada awal 1950-an, kabel koaksial yang terbuat dari tembaga berlapis baja dibentangkan melintasi samudera untuk mendukung komunikasi via telepon. Bandwidth dari jaringan kabel koaksial ini mengalami peningkatan pada tahun 1960 dan 70an, namun untuk mendapatkan kapasitas transfer data yang tinggi diperlukan repeater yang ditempatkan setiap 6 sampai 9 km sehingga biaya pemasangannya sangat mahal.

Pada tahun 1988, jaringan kabel tembaga dasar laut tersebut mulai digantikan oleh suatu terobosan terbaru dalam bidang optik yaitu serat optik. Kini, seluruh jaringan komunikasi bawah laut telah  menggunakan serat optik. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan bandwidth yang semakin tinggi akibat peningkatan trafik internet, diperlukan jaringan serat optik yang lebih murah dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama. Berdasarkan data dari Global Industry Analyst, pemasangan kabel serat optik bawah laut diprediksi mencapai 2 juta km pada tahun 2018.

KAPASITAS DAN DESAIN KABEL SERAT OPTIK


Serat Optik

Kabel bawah laut untuk keperluan komunikasi biasanya memiliki diameter 17 mm hingga 70 mm. Serat optik terdiri dari dua bagian utama yaitu bagian inti (core) dan cladding. Kedua bagian inilah yang memungkinkan terjadinya total internal reflection pada serat optik sehingga gelombang elektromagnetik (biasanya pada panjang gelombang inframerah) dapat merambat dan mengalami “pemanduan” didalamnya. Bagian inti serat optik yang ada saat ini untuk keperluan jaringan kabel bawah laut dilindungi oleh lapisan baja dimana lapisan baja  tersebut dilindungi lagi oleh beberapa lapisan baja dan polietilen untuk keperluan insulasi termal dan elektromagnet. Saat ini, kabel bawah laut terpanjang yang ada adalah jaringan kabel Southeast Asia-Middle East-Western Europe (SEA-ME-WE 3) yang membentang sepanjang 39.000 km dari kota Norden di Jerman hingga Keoje di Korea Selatan. Jaringan kabel ini menghubungkan 33 negara berbeda. Sistem baru yang dirancang bagi jaringan SEA-ME-WE 3 ini menggunakan teknologi Wavelength Division Multiplexing (WDM) agar mendapatkan kapasitas 1,28 Tb/s untuk kebutuhan telepon, internet, multimedia, dan aplikasi broadband (pita lebar) lainnya. Selanjutnya, pada tahun 2005, jaringan SEA-ME-WE 4 telah berhasil dipasang. Jaringan kabel bawah laut ini membentang sepanjang 20.000 km dari kota Marseille di Prancis melintasi timur tengah, India, hingga Singapura. 

Jaringan kabel serat optik SEA-ME-WE-3 yang menghubungkan timur tengah, eropa barat, dan asia

KETERSEDIAAN SAMBUNGAN PADA JARINGAN KABEL SERAT OPTIK
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi sebagian besar jaringan kabel serat optik bawah laut adalah kerentanan terhadap gangguan akibat kurangnya redundancy (Redundancy: jaringan alternatif yang digunakan untuk meningkatkan ketersediaan jaringan sehingga jika dalam suatu jaringan serat optik terdapat link yang terputus maka jalur transmisi data masih dapat terhubung tanpa mempengaruhi konektivas 
Untuk mengatasi masalah ini, arsitektur jaringan serat optik dibuat menggunakan sambungan bidirectional (seperti jalur dua arah) untuk mencegah terjadinya gangguan transmisi data. Jika terjadi masalah pada kabel bawah laut, akan diperlukan waktu hingga empat minggu untuk memperbaikinya. Jaringan kabel Transatlantik yang membentang sepanjang samudera Atlantik (dari Eropa hingga Amerika) memerlukan lusinan perbaikan tiap tahunnya, namun karena pada saat perancangan telah mempertimbangkan redundancy maka masalah yang terjadi pada salah satu kabel tidak terlalu berpengaruh terhadap jaringan secara keseluruhan.
Biasanya, ancaman bagi keberadaan kabel bawah laut adalah aktivitas penangkapan ikan dan perkapalan. Sekitar 70% kerusakan pada kabel serat optik disebabkan oleh jangkar kapal dan jaring ikan di perairan dengan kedalaman kurang dari 200 m. Untuk mencegah masalah ini, beberapa negara bahkan memberlakukan zona bebas jangkar di perairan yang terdapat kabel serat optiknya. Salah satu kasus kerusakan kabel serat optik terburuk yang pernah terjadi yaitu pada tahun 2008 ketika kabel milik France Telecom putus akibat penyebab yang tidak jelas, entah karena jangkar kapal atau cuaca buruk. Kabel ini merupakan bagian dari jaringan SEA-ME-WE 3 dan 4 yang mengubungkan Aleksandria mesir, Sisilia dan Malta. Kerusakan ini mengganggu 75% layanan internet yang mengubungkan Eropa dengan Timur Tengah, Afrika Utara dan India. Pengalihan jalur transmisi data untuk keperluan komunikasi akibat kerusakan ini menyebabkan penurunan kecepatan koneksi internet.
Pada tahun 2013 lalu, jaringan internet salah satu operator Indonesia, Smartfren, juga pernah mengalami gangguan karena putusnya kabel bawah laut di antara Bangka dan Batam. Putusnya jaringan utama internet tersebut lantaran kabel terkena jangkar kapal. Permasalah tersebut membuat internet hanya dapat diakses dengan kapasitas 60 persen. (Sumber:Republika)


Jaringan kabel serat optik di Indonesia

Berdasarkan laporan TeleGeography, permintaan kapasitas jaringan dari Eropa dan Asia meningkat sebesar 87% antara tahun 2007-2012. Hal ini menyebabkan perlunya dibangun jaringan baru yaitu SEA-ME-WE 5. Perusahaan jasa pemasangan kabel serat optik Toronto Artic mengusulkan pembangunan jaringan kabel sepanjang 15.700 km yang menghubungkan London dan Tokyo, melewati serat Bering antara Rusia dan Amerika. Jaringan ini rencananya akan memiliki kapasitas 24 Tbit/s atau sanggup mentransmisikan 80 panjang gelombang berbeda. Diperlukan biaya sekitar 620 juta dolar untuk pemasangannya dan ika berhasil, jalur baru ini akan mulai beroperasi tahun 2016

SEBAB KERUSAKAN KABEL SERAT OPTIK: FAKTOR ALAM
Bencana alam seperti longsor bawah laut dan angin topan juga menjadi ancaman bagi jaringan kabel bawah laut. Gempa Bumi 7 Skala Richter yang terjadi di Taiwan pada 26 Desember 2006 menyebabkan kerusakan pada 8 kabel bawah laut sehingga sempat memutus komunikasi antara Hongkong, Asia Timur dan China. Selanjutnya gempa bumi berkekuatan 9 skala Richter yang menghantam Jepang pada tahun 2011 kemarin juga merusak separuh jumlah kabel Transpasifik (kabel yang melintasi samudera Pasifik). Pada tahun 2013, Southeast Asia-Japan Cable Consortium mengumumkan pembangunan kabel bawah laut yang menghubungkan Brunei, China,  Hongkong, Jepang, Singapura, dan Filipina sepanjang 9700 km dengan  biaya 400 juta dolar. jaringan kabel ini terdiri dari 6 pasang  kabel dengan kapasitas awal sebesar 28 Tbit/s, cukup untuk mentransmisikan 30 juta video high definition. Tujuan dari pembangunan jaringan kabel ini yaitu untuk menghindari zona gempa bumi yang berada di Asia bagian Utara.

TRANSMISI DATA
Kapasitas serat optik ditentukan berdasarkan jumlah panjang gelombang – atau disebut carrier (pembawa informasi) – dan laju transfer data masing-masing carrier. 150 carrier pada 100G (100 GBps) masing-masing menyediakan kapasitas 15 Tbit/s. Dengan semakin tingginya spektrum bandwidth yang tersedia, semakin mudah untuk me-multiplex-kan (“menjejalkan”) banyak panjang gelombang ke dalam serat optik. Kabel dan repeater biasanya mendukung 4-6 pasang kabel. Dalam sepasang serat, 1 serat digunakan untuk transmisi pada satu arah sedangkan yang kedua digunakan untuk jalur transmisi arah sebaliknya. Nilai total kapasitas serat optik adalah kapasitas serat optik dikali dengan jumlah pasangan serat optik. Sebagai contoh: sebuah kabel yang terdiri dari 4 pasang serat optik dan repeater yang bisa menampung 150 carrier, memiliki kapasitas 4 x 15 = 60 Tbit/s.
Pada tahun 2014, standar baru bagi kecepatan data serat optik yang harus dicapai adalah 100 G.

Para pekerja diatas dek kapal sedang memasangkan repeater pada kabel serat optik
Kapal Nostag 10 dengan panjang 90 m dan lebar 27 m milik NSW Company sedang bersiap melakukan instalasi kabel bawah laut
Ketika standar baru kapasitas serat optik baru saja ditetapkan sebesar 100G, pada bulan april 2013, provider kabel bawah laut TE SubCom telah berhasil mendemonstrasikan transmisi 53 carrier pada kecepatan 400G. Teknologi WDM (Wavelength Division Multiplexing) yang ada sekrang ini memungkinkan transimi data dengan kapasitas yang lebih besar sekitar 15 Tbit/s, dengan cara “menjejalkan” banyak panjang gelombang ke dalam satu serat. Teknik ini dapat menghemat penggunaan kabel dan tentunya biaya instalasi jaringan kabel serat optik.

PENINGKATAN KUALITAS REPEATER
Solusi praktis agar sinyal yang dikirimkan melalui jaringan kabel serat optik bawah laut tidak mengalami degenerasi sehingga dapat merambat lebih jauh adalah dengan menggunakan repeater. Repeater adalah alat yang digunakan untuk meregenerasikan sinyal optik. Cara kerjanya adalah dengan mengubah sinyal optik (yang datang dan telah mengalami atenuasi/pelemahan) menjadi sinyal elektrik, untuk kemudian diproses dan ditransmisikan kembali.
Pada bulan april 2013, Perusahaan Xtera Communication yang berbasis di Dallas Texas Amerika serikat mengumumkan peluncuran repeater optik generasi terbarunya untuk jaringan kabel serat optik bawah laut. Desainnya yang modular memungkinkan repeater ini untuk disambungkan dengan beragam jenis kabel serat optik untuk jarak pendek hingga untuk transmisi antar benua. Repeater ini dibuat menggunakan material marine-grade titanium, sehingga memiliki bobot yang ringan namun tetap kuat dan mampu beroperasi hingga kedalaman 8 km dibawah permukaan laut.
Untuk keperluan jaringan kabel serat optik antar benua sejauh 7000 hingga 12000 km, jarak antar masing-masing repeater adalah 60 km. Untuk rentang jarak yang lebih pendek antara 600 sampai 3000 km, repeater ditempatkan setiap 120 km atau lebih. Repeater didesain untuk beroperasi selama 25 tahun. Meskipun teknologi jaringan kabel serat optik ini sudah sangat canggih, namun teknologi untuk pemasangannya menggunakan kapal dapat dibilang tradisional. 


Referensi:
Valerie C. Coffey. Sea Change: The Challenges Facing Submarine Optical Communications. OSA Magazine March 2014. Optics & Photonics News pp 26-33


Read more ...

Senin, 29 Januari 2018

APLIKASI LINEAR PROGRAMING UNTUK OPTIMALISASI KEUNTUNGAN PADA
PERUSAHAAN KERIPIK

ARIS IRWANTO
Program Studi Teknik Informatika, STMIK Nurdin Hamzah Jambi
Abstrak
Program  Linear  adalah  suatu  alat yang digunakan untuk menyelesaikan masalah optimasi suatu model linear dengan keterbatasan-keterbatasan sumber daya yang tersedia. Masalah program linear berkembang pesat setelah diketemukan suatu metode penyelesaian program linear dengan metode simpleks yang dikemukakan oleh George Dantzig pada tahun 1947.
Selanjutnya berbagai alat dan metode dikembangkan untuk menyelesaikan masalah program linear bahkan sampai pada masalah riset operasi hingga tahun 1950 an seperti pemrograman dinamik, teori antrian, dan teori persediaan. Program Linear banyak digunakan untuk menyelesaikan masalah optimasi didalam industri, perbankkan, pendidikan dan masalah-masalah lain yang dapat dinyatakan dalam bentuk linear
Mendapatkan keuntungan besar adalah tujuan utama dalam setiap bisnis. Jadi, perusahaan memerlukan perhitungan pemrograman linier metode simpleks untuk menghasilkan produk dengan penggunaan sumber daya maksimal untuk memberikan keuntungan yang optimal. Perusahaan juga harus memperhatikan setiap perubahan yang terjadi, baik dari keuntungan atau sumber daya agar tidak mempengaruhi ke- untungan optimal perusahaan.



Kata kunci: Pemrograman Linier, Excle Solver Metode Simpleks, Perusahaan Keripik.



1         PENDAHULUAN

1.1   LATAR BLAKANG

Perusahaan Keripik bergerak di bidang usaha keripik yang memproduksi lebih dari satu produk yaitu keripik, Tempe,Pisang dan Singkong. Perusahaan memiliki visi yaitu menjadikan perusahaan ini sebagai perusahaan terkemuka dalam memproduksi makanan spesik dan pengerak perekonomian. Keripik merupakan produk utama dari perusahaan. Oleh karena itu untuk memproduksi keripik ini memiliki keterbatasan atas sumber dayanya, baik keterbatasan dalam jumlah bahan baku, mesin, peralatan, ruang, tenaga kerja, ataupun jam kerja. Dengan keterbatasan ini perusahaan perlu merencanakan suatu strategi agar semua sumber daya yang ada dalam perusahaan digunakan atau dialokasikan secara tepat dan optimal sehingga dapat menghasilkan kombinasi output yang memberikan keuntungan maksimal. Berdasarkan keterangan di atas, diperlukan suatu metode dalam mengetahui dengan tepat penggunaan sumber daya perusahaan serta kombinasi dari produk yang dihasilkan. Untuk mengatasi hal ini dapat digunakan pemecahan masalah dengan menggunakan pemrograman linear dengan metode simpleks. Dari uraian di atas, dan didorong oleh keingintahuan untuk mengetahui pemograman linier khususnya metode simpleks dalam menyelesaikan permasalahan optimalisasi keuntungan pada Keripik.

1.2   Perumusan Masalah Penelitian
Bagaimana merancang dan membangun aplikasi untuk mengoptimalisasin dalam pengabilan keputusan perusahan agar mendapat keuntungan yang maksimal dalam pembuatan keripik  menggunakan Metode  Simpleks programing Excele Solver
1.3   Tujuan Penelitian
1.      Dapat mengetahui kondisi optimum dalam mnimun laju perkebangan biaya produksai
2.      Mendapatkan nilai konstanta laju  pendapatan optimum
3.      Sebagai sarana alat bantu pemblajaran riset oprasional
4.      Sarana untuk memperkuat kembali pemahaman matematika pada optimasi pengabilan kepurusan
5.      Sebagai alat bantu pemblajaran bagi mahasiswa Teknik Informatika

1.4   Manfaat Penelitian
1.      Sarana untuk memperkuat kembali pemahaman matematika pada optimasi pengabilan keputusan
2.      Sebagai alat bantu pengabil keputusan perusahan agar mendapat keuntungan
3.      Sebagai media pemblajaran mahasiswa tentang masalah-masalah linier programing
4.      Dapat memahami pemecahan masalah yang ada di lapangan

1.5   Batasan Masalah Penelitian
1.      Aplikasi yang digunakan mengunakan Microsoft Excle dengan add-in Microsoft Excle Solver 2007
2.      Menghitung jumlah nilai maksimum dalam mencari keuntungan perusahaan
3.      Linier programming Menggunakan Metode Simpleks optimalisasi fungsi Tujuan variable keputusan lebih dari 2 (dua) variabel
4.      Hanya  untuk menghitung  jumlah produksi kripik

11.  TINJAUAN
2.1 Definisi Riset Teknologi Informasi
Riset Operasi mencakup dua kata Riset yang harus menggunakan metode ilmiah, dan operasi yang berhubungan dengan proses atau berlangsungnya dengan kegiatan.
Riset Operasi adalah aplikasi metode ilmiah terhadap permasalahan yang kompleks dalam mengarahkan dan mengendalikan system yang luas mengenai kehidupan manusia, mesin-mesin, dan material dalam industry bisnis, pemerintahan dan pertahanan.
Definisi 1:
Riset Operasi adalah suatu aplikasi dari berbagai metoda ilmiah untuk tujuan penguraian terhadap masala-masalah yang kompleks yang muncul dalam pengarahan dan pengelolaan dari suatu sistem besar (manusia, mesin-mesin, bahan-bahan, dan uang) dalam bidang perindustrian, bisnis, pemerintahan, dan pertahanan.
 Pendekatan khusus ini bertujuan membentuk suatu model ilmiah dari sistem, menggabungkan berbagai faktor seperti kesempatan dan resiko, untuk meramalkan dan membandingkan hasil-hasil dari beberapa keputusan, strategi, atau pengawasan. Tujuannya adalah membantu pengambil keputusan  menentukan kebijaksanaan dan tindakannya secara ilmiah. (Operation Research Society of Great Britain).
Definisi 2 :
Riset Operasi berkaitan dengan menentukan pilihan secara ilmiah bagaimana merancang dan menjalankan sistem manusia-mesin secara terbaik, biasanya membutuhkan alokasi sumber daya yang langka. (Operation Research Society of America).

2.2 Pemrogram Linier (Linier Programing)
       Program linear adalah salah satu model matematika yang digunakan untuk menyelesaikan masalah optimisasi, yaitu memaksimumkan atau meminimumkan fungsi tujuan yang bergantung pada sejumlah variabel input.
Hal terpenting yang perlu kita lakukan adalah mencari tahu tujuan penyelesaian masalah dan apa penyebab masalah tersebut
1.      Tujuan (objective)
Apa yang menjadi tujuan permasalahan yang dihadapi yang ingin dipecahkan dan dicari jalan keluarnya. Tujuan ini harus jelas dan tegas yang disebut fungsi tujuan (objective function). Fungsi tujuan tersebut dapat berupa dampak positip, manfaat-manfaat, atau dampak negatip, kerugian-kerugian, resiko-resiko, biayabiaya, produksi, waktu yang ingin dimaksimumkan
2.      AlternatifnPerbandingan
Harus ada sesuatu atau alternatif yang ingin diperbandingkan, misalnya antara kombinasi waktu tercepat dan biaya tertinggi dengan waktu terlambat dan biaya terendah, atau alternatif padat modal dengan padat karya, proyeksi permintaan tinggi dengan rendah, dan seterusnya.
3.      Sumber daya
Sumber daya yang dianalisis harus berada dalam keadaan terbatas. Misalnya keterbatasan tenaga, bahan mentah terbatas, modal terbatas, ruangan untuk menyimpan barang terbatas, dan lain-lain. Pembatasan harus dalam ketidaksamaan linier (linier inequality). Keterbatasan dalam sumber daya tersebut dinamakan sebagai fungsi kendala atau syarat ikatan.
4.      Perumusan kuantitatif
Fungsi tujuan dan kendala tersebut harus dapat dirumuskan secara kuantitatif dalam model matematika.
5.      Keterkaitan perubahan
Perubah-perubah yang membentuk fungsi tujuan dan fungsi kendala tersebut harus memiliki hubungan keterikatan hubungan keterikatan atau hubungan fungsional.

2.3 . Perumusan Model Persoalan Program Linier
Pada dasarnya secara umum, persoalan program linier dapat dirumuskan dalam suatu model dasar/model baku/model matematika sebagai berikut :
Menentukan nilai dari X1, X2, X3, ....., Xn sedemikian rupa sehingga :

n
                                                                       
Z = C1 X1 + C2 X2 + .... +Cj Xj +....+Cn Xn = ∑ Cj Xj (Optimal[maksimum/minimum])                       j=1

Yang kemudian disebut sebagai Fungsi Tujuan (Objective Function)
dengan pembatasan (Funsi Kendala/Syarat Ikatan) :

a11 X1 + a12 X2 +.....+a1n Xn ≤ atau ≥ b1 ,
a21 X1 + a22 X2 +.....+a2n Xn ≤ atau ≥ b2,
  ·               ·                    ·                   ·
  ·               ·                    ·                   ·
  ·               ·                    ·                   .
am1 X1 + am2 X2 +....+ amn Xn ≤ atau ≥ bm,





atau
 untuk i = 1,2,3, … , m.

dan X1 ≥ 0, X2 ≥ 0,...,Xn ≥ 0 atau Xj ≥ 0, dimana j = 1, 2, 3,...., n (syarat non-negatif).
Keterangan :
Ada n macam barang yang akan diproduksi masing-masing sebanyak X1, X2, ...,Xn unit.
Xj = Variabel pengambilan keputusan atau kegiatan yang ingin dicari (misalnya banyaknya     produksi barang yang ke-j, dimana j = 1, 2, ...,n ).
Cj = Parameter yang dijadikan kriteria optimasi atau koefisien variabel pengambilan keputusan dalam fungsi tujuan (misalnya harga per satuan barang ke-j).
bi = Sumber daya yang terbatas, yang membatasi kegiatan atau usaha yang bersangkutan disebut  juga konstanta atau “nilai sebelah kanan (nsk)” dari kendala ke-i (misalnya banyaknya bahan mentah ke-i, i=1, 2, .., m). Ada m macam bahan mentah, yang masing-masing tersedia b1, b2,...., bm.
aij = Koefisien teknologi variabel pengambilan keputusan (kegiatan yang bersangkutan) dalam kendala ke-I (misalnya banyaknya bahan mentah ke-i yang digunakan untuk memproduksi 1 satuan barang ke-j).

2.4  Definisi Metode Simpleks
merupakan salah satu teknik penentuan solusi optimal yang digunakan dalam pemrograman linier. Penentuan solusi optimal didasarkan pada teknik eliminasi Gauss Jordan. Penentuan solusi optimal dilakukan dengan memeriksa titik ekstrim (ingat solusi grafik) satu persatu denagan cara perhitungan interaktif. Sehingga penentuan solusi optimal dengan simpleks dilakukan dengan thap demi tahap yang disebut interasi.
       Perbedaan kedua metode diatas sangat jelas, bahwa metode grafik hanya mampu digunakan untuk dua kendala saja. Namun metode simpleks mampu menyelesaikan masalah dengan lebih dari dua kendala. Itu artinya metode simpleks memiliki minimal tiga kendala didalamnya.
       Salah satu teknik penentuan solusi optimal yang digunakan dalam pemrograman linier adalah metode simpleks.  Penentuan solusi optimal menggunakan metode simpleks didasarkan pada teknik eleminasi Gauss Jordan. Penentuan solusi optimal dilakukan dengan memeriksa titik ekstrim satu per satu dengan cara perhitungan iteratif. Sehingga penentuan solusi optimal dengan simpleks dilakukan tahap demi tahap yang disebut dengan iterasi. Iterasi ke-i hanya tergantung dari iterasi sebelumnya (i-1).
       Ada beberapa istilah yang sangat sering digunakan dalam metode simpleks, diantaranya :

1.      Iterasi adalah tahapan perhitungan dimana nilai dalam perhitungan itu tergantung dari nilai tabel sebelumnya.
2.      Variabel non basis adalah variabel yang nilainya diatur menjadi nol pada sembarang iterasi. Dalam terminologi umum, jumlah variabel non basis selalu sama dengan derajat bebas  dalam sistem persamaan.
3.      Variabel basis merupakan variabel yang nilainya bukan nol pada sembarang iterasi. Pada solusi awal, variabel basis merupakan variabel slack (jika fungsi kendala merupakan pertidaksamaan ≤ ) atau variabel buatan (jika fungsi kendala menggunakan  pertidaksamaan ≥ atau =). Secara umum, jumlah variabel basis selalu sama  dengan  jumlah fungsi pembatas (tanpa fungsi non negatif).
4.      Solusi atau nilai kanan merupakan nilai sumber daya pembatas yang masih tersedia. Pada solusi awal, nilai kanan atau solusi sama dengan jumlah sumber daya pembatas  awal yang ada, karena aktivitas belum dilaksanakan.
5.      Variabel slack adalah variabel yang ditambahkan ke model matematik kendala untuk mengkonversikan  pertidaksamaan ≤ menjadi persamaan (=). Penambahan variabel ini terjadi pada tahap inisialisasi. Pada solusi awal, variabel slack akan berfungsi sebagai variabel basis.
6.      Variabel surplus adalah variabel yang dikurangkan  dari model matematik kendala untuk mengkonversikan  pertidaksamaan ≥ menjadi persamaan (=). Penambahan ini terjadi pada tahap inisialisasi. Pada solusi awal, variabel surplus tidak dapat berfungsi sebagai variabel basis.
7.      Variabel buatan adalah variabel yang ditambahkan ke model matematik kendala dengan bentuk ≥ atau = untuk difungsikan sebagai variabel basis awal. Penambahan variabel ini terjadi pada tahap inisialisasi. Variabel ini harus bernilai 0 pada solusi optimal, karena kenyataannya variabel ini tidak ada. Variabel hanya ada di atas kertas.
8.      Kolom pivot (kolom kerja) adalah kolom yang memuat variabel masuk. Koefisien pada kolom ini akn menjadi pembagi nilai kanan untuk menentukan baris pivot (baris kerja).
9.      Baris pivot (baris kerja) adalah salah satu baris dari antara variabel basis yang memuat variabel keluar.
10.  Elemen pivot (elemen kerja) adalah elemen yang terletak pada perpotongan kolom dan baris pivot. Elemen pivot akan menjadi dasar perhitungan untuk tabel simpleks berikutnya.
11.  Variabel masuk adalah variabel yang terpilih untuk menjadi variabel basis pada iterasi berikutnya. Variabel masuk dipilih satu dari antara variabel non basis pada setiap iterasi. Variabel ini pada iterasi berikutnya akan bernilai positif.
12.  Variabel keluar adalah variabel yang keluar dari variabel basis pada iterasi berikutnya dan digantikan oleh variabel masuk. Variabel keluar dipilih satu dari antara variabel basis pada setiap iterasi. Variabel ini pada iterasi berikutnya akan bernilai nol.

2.5       Langkah Penyelesaian Metode Simpleks
Penyelesaian persoalan program linier dengan metode simpleks untuk fungsi tujuan memaksimumkan dan meminimumkan dan caranya berbeda.
            Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
1.      Mengubah fungsi tujuan dan fungsi kendala menjadi bentuk baku (berdasarkan ketentuan)
2.      Menyusun persamaan ke dalam tabel simpleks awal
3.      Memilih kolom kunci (privot).
4.      Memilih baris kunci
5.      Tentukan elemen kunci (angka kunci/ pivot)
6.      Mngubah nilai-nilai baris kunci dengan cara mmbaginya dengan angka kunci.
7.      Mengubah nilai-nilai selain baris kunci sehingga nilai-nilai kolom kunci (selain baris kunci).
8.      Periksa apakah tabel sudah optimal.

2.6        Kelebihan Metode Simpleks
1.      Metode simpleks ialah metode yang secara sistematis dimulai dari suatu pemecahan dasar yang fisibel ke pemecahan dasar fisibel lainnya dan ini dilakukan berulang sehingga akhirnya tercapai suatu pemecahan dasar yang optimum.
2.      Oleh karena metode simpleks didasarkan pada proses pengulangan yang berkali-kali dalam jumlah yang terbatas, maka dari itu sering disebut iterative procedure
3.      Metode simpleks lebih efisien.
4.      Tabel pertama memberikan pemecahan dasar permulaan dan pada pemecahan akhir yang memberikan optimal solution.
5.      Semua informasi yang diperlukan akan terdapat pada setiap tabel.

2.7       Hipotesis
Penelitian menggunakan jenis hipotesa penelitian/kerja, yaitu anggapan dasar peneliti terhadap suatu masalah yang sedang dikaji. Peneliti menganggap benar hipotesa yang kemudian akan dibuktikan kebenarannya. Peneliti merumuskan hipotesa sebagai berikut : penyelesaian masalah dengan linear programing pada produksi keripik, keripik tempe, keripik pisang dannkeripik singkong untuk mendapat keuntungan yang maksimal.

II.                ANALISA KEBUTUHAN
3.1              Kebutuhan Masukan
Masukan sistem terdiri dari :
1.      Jumlah variabel keputusan yaitu keripik tempe, kripik pisang dan keripik singkong
2.      Koefisien fungsi tujuan untuk membentuk fungsi tujuan berdasarkan kuntungan 1 bungkus  kripik, keripik tempe, keripik pisang,keripik singkong
3.      Jumlah fungsi kendala, terdiri dari 4 komponen bahan dasar.
4.      Koefisien fungsi kendala untuk membentuk Fungsi Kendala berdasarkan keterbatasan bahan
5.      Jumlah iterasi maksimum yaitu jumlah perulangan maksimal proses perhitungan
6.       
1.                  Nilai toleransi error yaitu nilai kesalahan yang ditargetkan

3.2          Proses Optimalisasi
Proses pemecahan masalah terdiri dari :
1.      Penyusunan koefisien data masukan kedalam tabel Simpleks
2.      Proses perhitungan dengan metode Simpleks dilakukan berulang-ulang dan akan berhenti jika semua kolom atau baris telah ditandai dan semua koefisien pada baris fungsi tabel simpleks bernilai positif

3.3                    Kebutuhan Keluaran
1.      Tabel Akhir Simpleks iterasi terakhir.
2.      Jumlah keripik tempe, kripik pisang dan kripik singkong yang
3.      Jumlah keuntungan maksimal dari hasil produksi
4.      Jumlah persediaan komponen komposisi penyusun keripik tempe, kripik pisang dan kripik singkong yang digunakan.


3.4          Contoh kripik Tempe, Pisang dan Singkong

               Keripik Tempe, keripik pisang ,kripik singkong


3.5                    Flow chart program
Setiap program dari metode yang digunakan akan digambarkan flow chart (diagram alur)nya. Flow chart akan memberikan gambaran langkah-langkah proses perhitungan, mulai dari masukan data hingga keluaran yang dihasilkan.




start

Inisialisasi fungsi tujuan, fungsi kendala,toleransi error dan iterasi maks

Menyusun persamaan ke dalam tabel Simpleks  berdasarkan fungsi tujuan dan fungsi kendala sesuai aturan

Nilai baris kunci < 0(negatif)
While (i<=imax) do
                                                                                                                                             


Menampilkan jumlah Keripik Tempe,Pisang dan Singkong,keuntungan maksimal dan jumlah bahan yang digunakan

Memilih baris kunci : indeks terkecil.indeks baris kunci/ angka kunci

Menentukan angka kunci :angka pertemuan baris dan kolom kunci


Pilih kolom kunci:nilai negatif terbesar pada baris tujuan

Tabel baru simpleks hasil perulangan

Mengubah nilai nilai baris kunci .baris baru kunci=baris kunci /angka kunci

Mengubah nilai selain baris kunci sehingga nilai kolom kunci =0
 










                                                                                                                                                                                                            
III.       HASIL PEMBAHASAN
Pendekatan yang digunakan dalam implementasi perangkat lunak ini menggunakan Paket Aplikasi Excel Solver 2007, yaitu merupakan program add-in dalam software Microsoft Excel 2007.
4.1        Tampilan Awal Formulasi
TAMPILAN DATA KOMPONEN KOMPOSISI TEMPE,PISANG DAN SINGKONG
Formulasi masalah (1 bungkus/kardus)
Gambar 4.1 Tampilan Awal
Tampilan di atas terdiri dari :
1.      Jumlah keripik Tempe, Pisang dan singkong yang akan diproduksi
2.      Keuntungan setiap Keripik Tempe, Pisang dan Singkong
3.      Jumlah maksimum persediaan (1 bungkus/kardus)
4.      Jumlah dan jenis bahan pembuat Tempe, Pisang dan Singkong


4.2     Tampilan Masukan Data
Tampilan Solver Parameter
Digunakan untuk memasukkan fungsi tujuan dan fungsi kendala

Gambar 4.2 Tampilan Solver Parameter
Tampilan di atas terdiri dari:
1.      Set target cell, yaitu : keuntungan maksimal yang diproleh
2.      Equal to, yaitu : fungsi tujuan untuk memaksimalkan keuntungan
3.      By changing cell, yaitu : jumlah Tempe, Pisang dan Singkong yang diproduksi
4.      Subject to the constraints, yaitu : fungsi kendala keterbatasan bahan pembuat Kripik Tempe, Kripik Pisang dan Kripik Singkong
5.      Button option untuk mengatur proses perhitungan
6.      Button solve untuk melakukan proses perhitungan
Tampilan Solver Option
Digunakan untuk mengatur jumlah iterasi, toleransi error, konvergensi, model linear programming, syarat non negatif, dan tampilan hasil iterasi.
Gambar 4.3 Tampilan Solver Option
4.3        Tampilan Hasil
TAMPILAN DATA KOMPONEN KOMPOSISI KRIPIK TEMPE,PISANG DAN SINGKONG
Formulasi masalah (1 Bungkus)
Tampilan di atas terdiri dari :
1.      Keuntungan maksimal = Rp. 65000
2.      Jumlah Keripik Tempe  100, Keripik pisang 100 dan Keripik singkong 100
3.      Jumlah keuntungan Keripik Tempe Rp. 200, Keripik pisang Rp.200 dan Keripik Singkong Rp 250

IV.       KESIMPULAN
1.            Kesimpulan
Berdasarkan hasil implementasi perangkat lunak, maka dapat disimpulkan sbb:
1.      Metode Simpleks dapat digunakan untuk menentukan jumlah Kripik Tempe,  Keripik Pisang dan Keripik Singkong yang akan diproduksi sehingga mendapatkan kuntungan yang maksimal.
2.      Semakin banyak persediaan, maka semakin banyak jumlah Tempe, Pisang dan Singkong yang  di produksi dan semakin besar keuntungan.
3.      Jumlah keuntungan Kripik Tempe,  Keripik Pisang dan Keripik Singkong
4.      Jumlah bahan baku Tempe, pisang dan Singkong berubah-ubah sesuai permintaan konsumen
5.      masalah optimalisasi pengambilan keputusan dapat diselesaikan dengan program add-in Microsoft Excel Solver 2007.
2.            Saran
1.      Perlunya dilakukan penelitian lebih lanjut untuk untuk sumber dan tujuan yang lebih banyak
2.      Perlunya perbaikan sistem dengan melakukan proses perhitungan menggunakan suatu bahasa pemrograman khusus, seperti :  Web php borland delphi, C++, visual basic, dll
3.      Untuk pengembangan Riset teknologi informasi, diperlukan adanya penelitian lebih lanjut jika menggunakan selain metode Simpleks.

V.          DAFTAR PUSTAKA
1.      Kahar, Novirtamely, Aplikasi Linear Programming Untuk Menentukan Jumlah Produksi Parcel Hari Raya Idul Fitri
2.      Kahar, Novirtamely, Modul Materi Kuliyah Riset Opersional, Jambi : Program Studi Teknik Informatika STMIK Nurdin Hamzah, 2013.







Read more ...
Designed By Aris irwanto